Journal
Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Kilasah Kota Serang
Mortalitas dan morbiditas ibu hamil dan melahirkan masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara
berkembang. Pelaksanaan MPS (Making Pregnancy Safer) dengan salah satu pesan kunci, yaitu setiap persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah mortalitas dan
morbiditas ibu hamil dan melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pilihan penolong persalinan di
Puskesmas Kilasah Serang Banten pada tahun 2014. Penelitian dilaksanakan dengan berupa survei dengan rancangan
penelitian cross-sectional. Kriteria sampel yang diambil adalah ibu yang telah melahirkan di wilayah kerja puskesmas
Kilasah periode bulan Januari- April 2014 berjumlah 76 orang dengan cara pengambilan sampel menggunakan
accidental sampling. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak komputer dan analisis Chai Square. Diperoleh
hasil bahwa sebanyak Hasil yang diperoleh bahwa pilihan penolong persalinan di puskesmas Kilasah belum seperti
yang diharapkan, dimana sebanyak 38,2% ibu melahirkan dengan ditolong oleh tenaga non-medis. Faktor utama yang
terkait dengan pilihan penolong persalianan adalah dukungan dari keluarga dengan OR=6,568 sehingga dapat
diartikan bahwa ibu dengan dukungan keluarga berpeluang 6 kali memilih persalinan dengan ditolong tenaga
kesehatan dibandingkan dengan ibu yang tidak mendapatkan dukungan keluarga setelah dikontrol oleh pengetahuan
tentang persalinan. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga melalui konseling atau kegiatan
lain untuk meningkatkan cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.
No copy data
No other version available