Journal
Determinan Keluhan Penyakit Kulit pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir
Pemulung yaitu orang atau pekerja informal yang independen yang bekerja mengambil bahan/barang tidak terpakai
yang terbuat dari plastik, kardus dan besi yang dapat dijual dan didaur ulang kembali. Risiko penularan penyakit pada
pemulung lebih besar terjadi karena pekerjaannya berkaitan langsung dengan sampah. Penyakit berbasis lingkungan
dapat berupa gangguan pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kulit pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pemulung di TPA
Bangkonol Kabupaten Pandeglang. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 120 pemulung, diambil dengan total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene (Pv=0,000), pengetahuan (Pv=0,000), ketersediaan
informasi (Pv=0,000), dan masa kerja (Pv=0,000) dengan keluhan penyakit kulit. Sementara itu, tidak ada hubungan
antara lama kontak (Pv=0,521) dengan keluhan penyakit kulit. Para pemulung sebaiknya lebih memperhatikan perilaku
hidup bersih dan sehat, diantaranya dengan mencuci tangan sesudah dan sebelum bekerja, mandi dua kali sehari,
memotong kuku dengan rutin (seminggu sekali), dan rutin mengganti pakaian kerja setiap hari.
No other version available