Laporan Penelitian
EFEK PUASA RAMADHAN SAAT KEHAMILAN TERHADAP HASIL LUARAN BAYI (ANTROPOMETRI) TAHUN 2020
Banyaknya ibu hamil yang merasa dilema ketika ia memilih untuk berpuasa dapat
membahayakan janinnya, namun ketika ia meninggalkan puasa merasa tidak bisa mengikuti
ajaran Tuhannya. Sehingga banyak ibu hamil memilih untuk tetap berpuasa dengan alasan
sosial, agama. Penelitian ini bertujuan untuk efek puasa Ramadhan yang dilihat dari hasil laran
bayi yangdilahirkan (Antropometri). Metode penelitian ini dengan metode survei, jenis
penelitian analitik korelasi dengan rancangan cohort retrospektif. Populasi pada penelitian ini
yaitu ibu yang melaksanakan puasa saat hamil dengan julan 123 responden. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ibu yang melakukan puasa pada saat hamil melahirkan bayi yang Sebagian
besar memiliki berat badan normal yaitu 2500-4000 gram sebanyak (93,5%), ibu hamil
melahirkan bayi dengan panjang badan sebagian besar normal yaitu 48-52 cm sebanyak
(92,7%), dan Sebagian besar lahir dengan lingkar kepala normal 33-35 cm sebanyak 63,3%. Jadi
dapat disimpulkan bahwa ibu hamil yang melewati kehamilan pada bulan Ramadhan dapat
melakukan puasa, namun perlu melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi terlebih dahulu
kepada tenaga Kesehatan (bidan ataupun dokter spesialis kandungan), meskipun puasa dapat
dilakukan ibu hamil namun efek negatif karena puasa dilakukan pada saat hamil, karena
ditemukan pada beberapa penelitian menunjukan terdapat efek negatif karena melakukan puasa
yang mungkin disebabkan juga karena konsidi Kesehatan ibu. Bagi peneliti selanjutnya perlu
dilakukannya penelitian lebih mendalam dan luas terkait efek puasa yang dilakukan pada saat
hamil sehingga dapat ditemukan suatu modul yang dapat digunakan ibu hamil dalam
menjalankan puasa pada saat kehamilan.
No other version available