Jurnal Ilmiah
Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kelurahan Terumbu Serang
Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang,
semak-semak, hutan, sungai, pantai atau area terbuka lainnya. Profil Puskesmas Kilasah tahun 2015 menunjukkan
bahwa darijumlah KK 10.565 hanya 2.581 KK saja yang memiliki jamban dan jumlah penduduk terbanyak dengan
perilaku BABS terdapat di Kelurahan Terumbu dengan akses sanitasi layak (jamban sehat) hanya sebesar 780 (1,9%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan Sarana Air Bersih (SAB) dan kepemilikan
jamban dengan perilaku BABS. Desain penelitian bersifat cross sectional dimana sampel diambil dengan metode quota
sampling. Populasi penelitian adalah kepala keluarga di Kelurahan Terumbu dengan jumlah sampel sebanyak 73
orang. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 65,8% responden berperilaku BABS di area terbuka, 54,8% memiliki
SAB tidak memenuhi syarat dan 89,0% tidak memiliki jamban. Hasil uji hubungan menunjukkan ada hubungan yang
signifikan antara ketersediaan SAB (nilai P 0,010; OR 4,25) dan kepemilikan jamban (nilai P 0,005) dengan perilaku
BABS. Saran penelitian ini diharapkan kepada Puskesmas untuk meningkatkan penyuluhan tentang penggunaan
jamban dan air bersih serta dampak negatif dari perilaku BABS agar tingkat kesadaran masyarakat meningkat.
No copy data
No other version available